Skip to main content

Perempuan Bangunan

Performance Art
Perempuan Bangunan
oleh Nurul Inayah

Taman Macan
6 November 2022

Performance Art Perempuan Bangunan mencoba mengungkap pertanyaan: Bagaimana praktik kontestasi antara perempuan dan laki-laki pada konteks pekerjaan publik sebagai pekerja bangunan?

Proyek perumahan di Makassar terus bermunculan. Pekerja bangunan perempuan dan laki-laki memakai pakaian dengan sisa semen dan cat yang mengering. Sekilas, stigma perempuan yang dibentuk untuk menjadi tidak setara dalam hal pekerjaan publik menjadi kabur. Namun, berdasar pada riset terhadap 50 pekerja bangunan perempuan, pada praktiknya masih terjadi diskriminasi gender, konstruksi domestifikasi perempuan serta praktik yang membatasi hak-hak perempuan.

Hasil wawancara dengan para pekerja bangunan perempuan menyatakan bahwa secara sadar mereka memilih pekerjaan tersebut dibandingkan pekerjaan lain yang membutuhkan keahlian pekerjaan domestik. Hal ini menunjukkan bahwa stigma tentang pekerjaan yang bisa dilakukan perempuan dan laki-laki sudah tidak relevan.

Sayangnya, ekosistem pekerja bangunan masih menyisakan kontestasi antar gender; komentar dan stigma tentang perempuan pekerja bangunan, kesempatan yang terbatas, dan upah yang tidak setara antara laki-laki dan perempuan.