Skip to main content

Produksi

Produksi

Widya Handayani

Widya Handayani bekerja di bidang produksi Kala Teater sejak 2021. Dia juga bertanggung jawab atas supervisi keuangan. Widya terlibat dalam produksi Kala Teater antara lain sebagai Manajer Produksi Festival Kala Monolog 2025 dan Manajer Produksi Proyek Kota dalam Teater 2025.

Widya bekerja sebagai Koordinator Arsip di Kala Teater.

Produksi

Nurul Inayah

Nurul Inayah adalah sutradara, aktor, penulis naskah, dan performer. Karya-karya Naya mempertanyakan ulang posisi perempuan di ruang publik dan domestik dari perspektif mitos lokal dan konstruksi sosial, serta menyoal isu kesehatan mental melalui pendekatan pengalaman personal dan sosial.

Naya merupakan alumni Workshop Keaktoran Kala Teater (2010), program KalamPuan Penastri (2022), Kelas Bedah Naskah oleh Joned Suryatmoko (2023), serta peserta Yokohama International Performing Arts Meetings (2023). Naya meraih Monolog Terbaik III pada Festival Kala Monolog (2010), peraih fellowship program INSPIRASI oleh UnionAID New Zealand (2020–2023) untuk proyek pertunjukan teater mengenai depresi pascakelahiran di Indonesia, dan kurator Festival Teater Indonesia (2025). Naskah-naskahnya diterbitkan dalam _Antologi Kota: Ingatan dan Ancaman_ (2025), _Pulih_ (2023), dan _Dramaturgi Rasa_ (2020).

_Perempuan Bangunan_ merupakan karya performansnya yang menyoal kontestasi antara perempuan dan laki-laki dalam konteks pekerjaan publik sebagai pekerja bangunan, sementara _Aku Ingin Tidur Lelap_ berupaya memahami bencana banjir bukan hanya sebagai persoalan infrastruktur, tetapi juga kesehatan mental. Ia juga merupakan sutradara dan penulis naskah _Postpartum_ yang telah dipentaskan di Makassar (2022), Takalar (2023), Soppeng (2023), Jakarta (2023), dan Palu (2024), serta sutradara Pagi 21 Menit karya Shinta Febriany (2025).

Saat ini Naya bekerja sebagai Manajer Program Kala Teater.

Produksi

Sabri Sahafuddin

Sabri Sahafuddin adalah aktor dan performer. Alumni program Studio Aktor 2020 Kala Teater ini terlibat Proyek Kota dalam Teater dan sejumlah produksi teater dan film. “Halang Jalan” merupakan karya performansnya di tahun 2022 yang menyoal tentang arogansi pengantar jenazah di Kota Makassar dan “Paksa Pasrah” merupakan karya performansnya di tahun 2025 yang menyoal tidak adanya hak jaminan kesehatan dan keselamatan kerja bagi buruh pabrik harian lepas. Dia adalah aktor “Benam Benih: Perjalanan Silam dan Hidup” sutradara Shinta Febriany pada Indonesia Bertutur 2024 di Ubud, Bali dan Passompe’ --Perjalanan Melintas Batas Kesedihan-- di Bali 2023, Palu & Makassar 2024, dan Kendari 2025. Dia juga bekerja di manajemen seni pertunjukan.