Skip to main content

Terdampar

Demokrasi dalam penerapannya tentunya terkait erat dengan kebebasan. Demokrasi memberikan harapan bagi tiap individu untuk bisa bersuara dalam berbagai konteks. Namun apakah praktik demokrasi ini telah seutuhnya dimiliki tiap individu? Atau kata demokrasi hanyalah sebagai aksesoris yang sebenarnya menutupi skenario dan konstruksi orang-orang yang berada di puncak kekuasaan?

Mrozek dikenal dengan absurditas dan seringnya membahas sosial politik dalam naskah-naskahnya. Naskah terdampar meskipun merupakan naskah lama, masih menjadi sangat relevan dengan kondisi praktik demokrasi dan secara luas mencerminkan kondisi sosial politik saat ini. Mengisahkan tentang kondisi orang-orang terdampar yang harus melalui berbagai cara untuk keberlangsungan hidupnya, Mrozek secara tersirat mengungkap bagaimana demokrasi sebenarnya masih menjadi hal yang tidak dapat diaplikasikan secara utuh karena adanya campur tangan orang-orang yang memiliki kekuasaan. 

Saya menafsirkan naskah ini dalam pertunjukan dengan turut melibatkan pandangan Foucault mengenai kekuasaan. Dimana ia percaya bahwa tidak ada pengetahuan dan suatu peristiwa yang terjadi tanpa adanya konstruksi dari pihak yang memiliki kepentingan tertentu. Suatu keputusan telah dirancang sebelumnya dan kesempatan berdemokrasi, bersuara secara bebas hanyalah tahap-tahap yang sebenarnya tidak berarti apa-apa. Demokrasi adalah alat kebohongan penguasa.