Skip to main content

Diskusi Sejarah Bahasa Indonesia di Australia

Citra bahasa asing di Australia bukan soal yang bisa dianggap selalu stabil. Pada awal abad 20, ketika bahasa-bahasa asing mulai diajarkan di universitas di Australia, bahasa kuno yaitu bahasa Latin dan Yunani ditekankan karena dianggap sebagai kunci untuk memperoleh pengetahuan terhadap dunia purba Eropa.

Ternyata Australia tidak bisa mengikuti ‘tren’ di Inggris lagi tetapi ditantang untuk mencari jalan budaya sendiri. Pengajaran bahasa Asia di sekolah dan universitas merupakan salah satu uji coba budaya yang bisa dilaksanakan tetapi bahasa Asia yang mana bisa dipilih? Pada tahun 1950-an, persoalan ini dipecahkan pemerintah dengan memilih bahasa Indonesia. Bagaimanapun, para pendidik mulai bertanya apakah bahasa Indonesia juga sastra, teater, puisi, film atau musik yang dinilai patut diajarkan?

Diskusi ini akan membahas status bahasa Indonesia sebagai fenomena budaya di Australia. Dimulai dengan kedatangan bahasa Melayu bersama nelayan teripang dari Timur Nusantara –Timor dan Makassar– sampai program bahasa Indonesia modern diperkenalkan selama Perang Dingin pada tahun 1950-an. Penekanannya pada kesan masyarakat Australia terhadap tetangganya dan usaha untuk meningkatkan kesadaran budaya melalui pengajaran bahasa.

Dr Paul Thomas adalah dosen pengajar di Universitas Deakin dan peneliti honorer Universitas Monash. Pada akhir tahun 2018 dia mundur dari jabatannya sebagai staf pengajar jurusan Kajian Indonesia di Universitas Monash dengan tujuan melanjutkan penelitiannya serta mengerjakan tulisan yang tak akademis.

Dia mengajar di Universitas Monash hampir 25 tahun, sebagian besar waktu itu sebagai ketua program Kajian Indonesia. Selama waktu di Monash dia mengembangkan kurikulum Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan mempromosikan bahasa Indonesia sebagai bahasa asing yang sangat relevan bagi warga Australia.

Bidang penelitan utama Dr Thomas adalah sejarah terjemahan, khususnya pengaruh juru bahasa dan penerjemah pada peristiwa sejarah. Dia juga mengerjakan proyek tentang sejarah pers bahasa Inggris di Indonesia dan keberadaan bajak laut Melayu/Indonesia di budaya populer.