Skip to main content

Postpartum

Pertunjukan Postpartum berupaya membuka ruang untuk kisah-kisah ibu yang tidak selamanya indah.

K elelahan, sedih, merasa bersalah, cemas, khawatir, takut, merasa sendirian, menerima komentar negatif, dan emosi negatif lainnya yang cenderung diabaikan akan disodorkan dalam pertunjukan ini. Pengalaman-pengalaman tersebut adalah pangkal sehingga ibu mengalami depresi pasca melahirkan atau postpartum depression.
Postpartum depression kerap dialami ibu pasca melahirkan yang disebabkan oleh faktor yang berlapis-lapis, seperti perubahan besar pada fisik dan mental, serta faktor eksternal seperti minimnya informasi mengenai masa postpartum, tanggung jawab pengasuhan yang dibebankan hanya pada ibu, menerima beragam komentar-komentar negatif, dan beragam faktor yang timbul oleh praktik domestifikasi perempuan.
Kala Teater melakukan riset terhadap 52 responden perihal Postpartum depression yang mengadaptasi Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) dan Skala Somatisasi (indikator yang digunakan untuk menilai potensi postpartum depression pada ibu). Hasil riset menunjukkan adanya jumlah ibu yang mengalami gejala umum postpartum depression meskipun bukan pada angka yang dominan.
Pertunjukan Postpartum mengungkap kisah-kisah yang lahir dari konstruksi sosial atas posisi dan peran ibu berdasar hasil riset. Kisah-kisah tersebut diumumkan ke Anda sekalian, penonton yang budiman, melalui elaborasi realisme. Artistik pertunjukan menebalkan gagasan tematik dengan melibatkan responden riset melalui multimedia yang menyodorkan data wawancara, benda-benda yang merupakan imaji kenyataan sehari-hari dari dunia ibu yang pasca melahirkan.
Postpartum menggunakan bahasa yang transparan, yang datang dari realitas yang dekat, disampaikan oleh aktor yang kadang menjadi ibu, menjadi gambaran konstruksi sosial, juga menjadi karakter antagonis dan protagonis. Aktor adalah corong untuk membongkar citra “ibu yang baik”.
Pertunjukan Postpartum merupakan kampanye pentingnya memperhatikan isu Postpartum depression. Akhirnya, terima kasih kepada para ibu yang sadar penuh untuk berbagi kisah yang selama ini bersembunyi di balik potret “ibu yang baik” di masyarakat.

Ulasan Postpartum

Filter

Postpartum

Pelajaran Pertama Membenahi Perut

Oleh : Ibed S. Yuga P ertama-tama, harus diketahui bahwa tulisan ini dibuat oleh seorang sutradara teater, laki-laki, tidak menikah, tidak punya anak, minim sensibilitas…
Postpartum

Satu Tubuh Berjuta Stigma: Katarsis Pengalaman Perempuan Pascamelahirkan

Oleh : Selira Dian “Ibu harus kuat, bisa melakukan segalanya, Wonder Women, menyusui 2 tahun” “Ibu haru5 kuat, b1s4 m3lakuk4n segaLany4, W0nd3r Women, menyUsui 2…
kalateater.org
Postpartum

Kala dan Perempuan

Oleh : Syahruni Junaid T eater Kala dan perempuan adalah kombinasi yang saling menyempurnakan. Ini bukan kali pertama saya menyaksikan pergerakan teater ini dalam menyuarakan…